Arsip

Belajar Bikin Pendahuluan alias Introduction

Saat ini, saya sedang mengikuti mata kuliah Design Research. Dibimbing oleh Dolly van Eerde, saya diminta untuk membaca sebuah mini artikel, yang menurutku lebih mirip sebagai pedoman atau petunjuk penulisan artikel. Setelah membaca artikel ini, saya diminta untuk membaca tiga artikel kemudian menuliskan “3 moves” yang terdapat pada artikel-artikel tsb. Apa sih yang dimaksud dengan “3 moves” itu? Yuk, sama-sama kita simak.

Secara umum, penulisan introduction atau apa ya dalam istilah kita?! pengantar atau pendahuluan kalau saya tidak salah, mengikuti 3 struktur penting yang pada artikel ini dikenal dengan istilah “move”. Sebuah “move” merupakan tahapan-tahapan yang dilalui oleh sang penulis dalam menyusun argumentasinya atau alasan-alasan penulis melakukan sebuah riset atau penelitian. Apa saja sih “the moves” itu? Nih dia penjelasannya. Baca lebih lanjut

Iklan

Ngalur-Ngidul 2: Pengalamanku mengikuti ISDDE Conference 2012

Tanggal 10-13 September yang lalu, saya bersama ke-12 mahasiswa IMPoME 2011 mengikuti ISDDE Conference 2012. Kalau ada yang bertanya-tanya, apa sih ISDDE itu? ISDDE adalah singkatan dari International Society for Design and Development for Education. ISDDE merupakan komunitas profesional yang betujuan untuk meningkatkan desain dan prosess kemajuannya, mendirikan desain komunitas, dan meningkatkan pengaruh komunitas tersebut terhadap praktik di dunia pendidikan. Bingung ya membacanya? Ya sudah dari pada pusing membaca hasil terjemahan yang ngalur ngidul, monggo baca info selengkapnya di link berikut ini. Baca lebih lanjut

Desain Pembelajaran: “3 Dimensional Visualisation into 2 Dimensional Figure”

Lama menghilang dari jagad per-blog-an akhirnya ada juga sesuatu yang bisa dibagikan di blog ini selain kisah ngalur-ngidul yang kemarin. Kali ini saya ingin berbagi dengan para pembaca tentang desain pembelajaran yang saya dan rekan saya; Ismi dan Mary (Iran) susun selama periode summer school yang lalu. Nah, untuk mengantisipasi akan terjadinya kebingungan dan hati yang bertanya-tanya tentang apa itu Utrecht Summer School, saya cerita dulu ya.

Sebelum mengikuti Summer School ini, yang ada dalam bayanganku adalah Summer School adalah kegiatan tambahan untuk pelajar yang sama sekali tidak lulus dalam block ataupun yang nilainya rendah. Tetapi, Summer School kali ini sama sekali berbeda dengan apa yang ditayangkan di film-film Hollywood. Kegiatan Utrecht Summer School in Mathematics Education yang saya ikuti adalah semcam kegiatan workshop yang dihadiri oleh 65 peserta dari 10 negara se-dunia. Kegiatan ini diikuti oleh perserta yang berasal dari USA, Indonesia, Iran, Turki, Jerman, Italia, Jepang, Singapore, Brazil, dan Meksiko. Anda harus merogoh saku sebesar € 890 untuk mengikuti serangkaian aktifitas berupa Workshop on Teaching, Lectures, dan Working Parallel. Baca lebih lanjut

Ngalur-Ngidul Episode 1: Happy Birthday My Blog

Terdampar di negeri kincir angin sungguh bukan hal yang pernah aku bayangkan. Walaupun dari kecil saat belajar sejarah atau nonton film perjuangan, seingatku aku pernah ingin sekali merasakan berada di daratan Eropa, khususnya Belanda. Tapi sekali lagi itu hanyalah khayalan anak kecil (ga terasa sekarang saya sudah 24 tahun menikmati udara bersih gratis buatan Allah SWT, Alhamdulillah….). Walapun sempat beberapa kali mendapatkan de javu, tapi sejujurnya kukatakan bahwa, si anak kampung ini tak pernah berani berangan-angan akan menikmati kuliah di luar negeri. Karena saya sadar betul siapalah si anak kampung ini, bukan hanya faktor keterbatasan ekonomi orangtua (alhamdulillah Allah menganugerahi orangtua yang sangat bertanggung jawab pada kami anak-anaknya, biarpun hujan, petir, dingin, siang maupun malam, mama dan papa tetap semangat berangkat bekerja dipayungi baju hujan ala kadarnya), tapi juga karena keterbatasan kemampuanku, karena memang aku bukan anak dengan kecerdasan tinggi. Baca lebih lanjut