Arsip

Netherlands Fellowship Program – PhD

The Netherlands Fellowship Programmes (NFP) fosters capacity building within organizations in 60 developing countries by providing training and education to their mid-career staff members at the University of Twente. The Netherlands Fellowship Programmes is an initiative of the Dutch government.

Deadline For Application

Paper application: 1 September 2012

Digital application: 2 October 2012

How to Apply

General information

Application Information

Country of Origin

Afghanistan, Albania, Armenia, Autonomous Palestinian Territories, Bangladesh, Benin, Bhutan, Bolivia, Bosnia-Hercegovina, Burundi, Brazil, Burkina Faso, Cambodia, Cape Verde, Colombia, Costa Rica, Cuba, DR Congo, Ecuador, Egypt, El Salvador, Eritrea, Ethiopia, Georgia, Ghana, Guatemala, Guinea-Bissau, Honduras, India, Indonesia, Iran, Jordan, Kenya, Kosovo, Macedonia, Mali, Moldova, Mongolia, Mozambique, Namibia, Nepal, Nicaragua, Nigeria, Pakistan, Peru, Philippines, Rwanda, Senegal, South Africa, Sri Lanka, Sudan, Surinam, Tanzania, Thailand, Uganda, Vietnam, Yemen, Zambia, Zimbabwe.

Field of Study

All

Level of Study

PhD

Scholarship Value
  • subsistence allowance
  • tuition fee (applicable for Master)
  • housing
  • international travel
  • insurance
  • personal allowance
  • study materials (applicable for Master and PhD)
  • visa cost
  • travel within the Netherlands

For more information, please visit official website

Iklan

University of Twente, Scholarship for Master Program in Netherlands


University Twente Scholarships (UTS) are scholarships for excellent students from non-EEA countries, applying for a graduate programme (MSc) at the University of Twente.
Deadline for application: 15 December 2012
Country of Origin: Non-EU/EEA countries
Level of study: Master
Field of study

  • Applied Mathematics
  • Applied Physics
  • Biomedical Engineering
  • Business Administration
  • Business Information Technology
  • Chemical Engineering
  • Civil Engineering and Management
  • Communication Studies
  • Computer Science
  • Construction Management and Engineering
  • Educational Science and Technology
  • Electrical Engineering
  • Embedded Systems
  • European Studies
  • Health Sciences
  • Human Media Interaction
  • Industrial Design Engineering
  • Industrial Engineering and Management
  • Environmental and Energy Management
  • Mechanical Engineering
  • Nanotechnology
  • Philosophy of Science, Technology and Society
  • Public Administration
  • Science Education and Communication
  • Sustainable Energy Technology
  • Systems and Control
  • Telematics Baca lebih lanjut

Exploring the Graph of Quadratic Function

As a final project of  Design of Science Education and Communication course, all students, including my partner Sylvana and I have to design a learning activity. There 3  documents that we design;

  1. Underpinning Design
  2. Students’ Worksheet and Exercise
  3. Teaching Guide and Rubric

Underpinning Design

In this document we will describe our design about the “Exploring the Graph of a Quadratic Function”, for which the target group is students grade X in St Albertus Senior High School (14 to 15 years old), in Indonesia. This design is mainly intended to help students in drawing the graph of a quadratic function and let the students experience drawing the graph of a quadratic function to be more meaningful. The more detailed information about target group will be described in the target group part. In this design, we set students to work with a software namely Graphmatica 2.0. This software is used to draw any function. Baca lebih lanjut

Kunjungan ke Daltonshool Rijnsweerd (Part 1)

Hari ini (31 January 2012) kami, mahasiswa batch 3 IMPoME melakukan kunjungan ke salah satu sekolah unik yang ada di Utrecht, Belanda. Tujuan kunjungan ini adalah melihat sejauh mana perbedaan kurikulum yang diterapkan di sekolah ini dengan sekolah-sekolah yang ada di tanah air. Di awali dengan  serangkaian kisah lucu tentang bagaimana paniknya wajah salah satu teman kami karena perubahan jalur bus yang diluar dugaan (maklum baru) sampai berjumpa dengan warga negara Belanda yang menyapa ramah dengan bahasa Indonesia, hingga ngalur ngidul mencari bus stop station. Pagi hari yang masih terbilang sangat gelap, sisa-sisa salju semalam, hingga suhu udara yang sangat teramat dingin buatku yang biasa hidup di wilayah tropis (-5 derajat celcius) ikut mewarnai perjalan kami, anak-anak ayam, demikian kami memberi nama geng aneh ini. Baca lebih lanjut

Cara Praktis Mengajar Bangun Ruang Untuk Siswa SD

Bagi sebagian siswa bahkan hingga mahasiswa, geometri merupakan salah satu hal yang ditakuti. Hal ini, didukung oleh rendahnya tingkat kemampuan imajinasi siswa. Sebagian guru juga mengeluhkan  seringnya terjadi kekeliruan siswa dalam mengingat bagian-bagian dari suatu bangun ruang, seperti sisi, titik sudut dan rusuk.

Realistic Mathematics Education (RME) atau di Negara kita lebih akrab dikenal dengan sebutan Pendidikan Matematika Realistik  Indonesia (PMRI) menawarkan sebuah solusi unik yang lebih muda diingatkan dan diingat oleh siswa. Cukup dengan bantuan tusuk gigi dan permen kenyal, maka semua akan terasa lebih gampang. Bagaimana bisa? Baca lebih lanjut

Pemantapan Konsep Penjumlahan dengan Permainan Twee

Twee adalah salah satu permainan yang diadaptasi dari salah satu permainan yang tersaji di website rekenweb, sebuah situs milik Utrecht University, Belanda. Twee yang dalam bahasa Indonesianya berarti dua ini, merupakan salah satu permainan yang dapat digunakan sebagai media pemantapan materi pembelajaran untuk siswa kelas 1 SD, khususnya pada materi penjumlahan.  Untuk memenangkan permainan ini, siswa tidak hanya dituntut untuk mampu melakukan penjumlahan dengan benar, tetapi juga diperlukan kemampuan untuk menyusun strategi.

Gambar 1. Tampilan Permainan Twee di Website

Meskipun membutuhkan strategi khusus, permainan ini didesain sesederhana mungkin, menarik, dan mudah untuk dimainkan, sehingga dapat dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa.

Pada website resminya, permainan ini dapat dimainkan dengan tiga tingkat kesulitan yang berbeda; yakni mudah, sulit, dan sangat sulit. Akan tetapi, guna menyesuaikan sasaran pembelajaran, pada lembar kegiatan ini, permain Twee disajikan dengan tingkat kesulitan yang mudah. Bermainan ini dapat dimainkan secara berkelompok maupun sendiri. Akan lebih menarik lagi jika permainan ini dimainkan oleh beberapa kelompok pada waktu yang bersamaan, karena masing-masing kelompok bisa saja menggunakan strategi yang berbeda.

Untuk memainkan permainan ini secara manual, anda dapat mendownload file pdf yang sudah didesain sehingga dapat dimainkan langsung di kelas, dengan mengklik link ini Twee

Dan untuk memainkannya dengan applikasi java, dapat anda lakukan dengan mengakses link berikut ini:

http://www.fi.uu.nl/toepassingen/03150/toepassing_rekenweb.html

Cara Mengajar Matematika, Bagaimana?

Oleh: Al Jupri

Bagaimana sih cara mengajar matematika itu? Bila pertanyaan ini diajukan ke guru matematika, tentunya akan dapat jawaban berdasarkan pengalamannya. Bila pertanyaan ini diajukan pada guru, yang bukan guru matematika, kemungkinan besar masih dapat jawaban juga berdasarkan pengalamannya mengajar bidang lain (ia akan mereka-reka, menganalogikan cara mengajarnya pada cara mengajar matematika). Namun, bila pertanyaan ini diajukan ke sembarang orang yang bukan guru, apa jawabannya? Tentunya mereka juga bisa menjawab berdasarkan pengalamannya ketika menjadi siswa di sekolah. Pertanyaan ini hampir mustahil bisa dijawab oleh orang yang sama sekali tak pernah sekolah atau mengenyam pendidikan, mereka ini hampir dipastikan tak kenal dengan “mahluk” yang namanya matematika.

Baiklah, bila pertanyaan itu diajukan ke saya. Apa jawaban saya? Sebentar, sebelum saya jawab, saya akan menjawab pertanyaan ini dengan memposisikan diri sebagai: (1) siswa yang pernah belajar matematika, ini bagian yang akan paling sering saya gunakan untuk menjawab karena saya pernah belajar matematika sejak SD; dan (2) guru, yang pernah belajar mengajar matematika.

Jawaban saya itu begini. Hingga saat ini, kata beberapa literature dan para ahli, tak ada cara terampuh yang dapat digunakan untuk mengajar matematika secara efektif. Cara apapun yang digunakan ada kelebihan dan ada kelemahannya. Yang saya maksud “cara mengajar” di sini bisa meliputi metoda/teknik mengajar atau pun pendekatan mengajar (lebih tepatnnya pembelajaran). Apa itu saja jawaban saya terhadap pertanyaan tersebut? Baca lebih lanjut