Desain Pembelajaran: “3 Dimensional Visualisation into 2 Dimensional Figure”

Lama menghilang dari jagad per-blog-an akhirnya ada juga sesuatu yang bisa dibagikan di blog ini selain kisah ngalur-ngidul yang kemarin. Kali ini saya ingin berbagi dengan para pembaca tentang desain pembelajaran yang saya dan rekan saya; Ismi dan Mary (Iran) susun selama periode summer school yang lalu. Nah, untuk mengantisipasi akan terjadinya kebingungan dan hati yang bertanya-tanya tentang apa itu Utrecht Summer School, saya cerita dulu ya.

Sebelum mengikuti Summer School ini, yang ada dalam bayanganku adalah Summer School adalah kegiatan tambahan untuk pelajar yang sama sekali tidak lulus dalam block ataupun yang nilainya rendah. Tetapi, Summer School kali ini sama sekali berbeda dengan apa yang ditayangkan di film-film Hollywood. Kegiatan Utrecht Summer School in Mathematics Education yang saya ikuti adalah semcam kegiatan workshop yang dihadiri oleh 65 peserta dari 10 negara se-dunia. Kegiatan ini diikuti oleh perserta yang berasal dari USA, Indonesia, Iran, Turki, Jerman, Italia, Jepang, Singapore, Brazil, dan Meksiko. Anda harus merogoh saku sebesar € 890 untuk mengikuti serangkaian aktifitas berupa Workshop on Teaching, Lectures, dan Working Parallel.

Acara yang diselenggarakan selama 2 minggu ini; 20 – 30 Agustus 2012, ini melibatkan 21 orang Lecturers dan Workshop leaders. Melibatkan nama-nama besar di dunia pendidikan matematika, sebut saja Mieke Abels, Arthur Bakker, Peter Boon, Maarten Dolk, Paul Drijvers, Frans van Galen, Dolly van Eerde, Harrie Eijkelhof, Tom Goris, Marja vd Heuvel, Martin Kindt, and many more, kegiatan ini disusun apik dan menarik. Kami juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi salah satu sekolah terbaik di Belanda, Christelijk Gymnasium Utrecht, dan melihat aktifitas belajar mengajar yang terjadi di kelas tersebut. Berikut cuplikan videonya.

dan foto-fotonya bisa dillihat di link berikut ini.

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.4172268197306.155804.1602314559&type=3

Teman-teman dari Indonesia (IMPoME students) juga mempersembahkan Tari Saman dari Aceh di penutupan acara ini. Yuk, liat videonya disini

Loh, kok jadi cerita Summer School sih? Kapan desainnya nih?

Ok deh, kembali ke laptop!!

Ide pemilihan desain ini adalah masih banyakna siswa yang mengalami kesulitan dalam memvisualisasikan benda berdimensi 3 dalam dimensi 2. Kemampuan ini dikenal dengan istilah kemampuan spasial. Tentu ada yang bertanya, apa pentingnya sih memiliki kemampuan spasial? Kenapa harus bersusah-susah mendesain desain pembelajaran ini? Eitss.. jangan salah loh.. Kemampuan Spasial atau lebih populer dengan sebutan Spatial Ability ini adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang guna mempelajari geometri dengan baik. Ternyata, terdapat banyak sekali penelitian yang mengambil topik Spatial Ability, sebut saja penelitian yang dilakukan oleh Ramirez, Gunderson, Levine, Beilock (2011) yang mendukung kesimpulan dari peneliti sebelumnya, yang menyimpulkan bahwa lelaki memiliki kemampuan spasial yang lebih baik dari wanita, sebaliknya wanita memiliki kemampuan verbal yang lebih baik dari pria. Banyak penelitian yang dilakukan terkait topik ini, yang nanti insyaallah akan saya ceritakan di postingan yang lain.

Kemampuan spasial sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang bekerja dibidang konstruksi bangunan seperti arsitek, dokter gigi, radiologi (Kyllonen & Gluck, 2003). Akan tetapi sangat disayangkan pengembangan kemampuan siswa dibidang ini sangat jarang mendapatkan perhatian. Hal ini disebabkan oleh sistem penilaian kita yang masih menggunakan kemampuan verbal sebagai standar ukuran kecerdasan siswa. Padahal, sebagaimana yang saya kutip dari tulisan Remirez et al, kemampuan spasial terimplikasi bahkan di awal kemampuan berpikir matematis, termasuk pada kemampuan menentukan jarak antara angka dan garis pada garis bilangan (de Hevia & Spelke, 2010), merepresentasikan angka secara linear pada garis bilangan (Gunderson, Remirez, Beilock, & Levine, 2012), dan banyak lagi.

Mengingat betapa pentingnya kemampuan ini, berikut ini saya bagikan desain pembelajaran tentang visualisasi benda 3 dimensi pada bidang 2 dimensi. Oh ya, berhubung problem atau soal yang dibuat pada desain ini terasuk kategori sulit, jadi  desain ini ditujukan untuk siswa sekolah menengah bisa SMP maupun SMA. Untuk panduan mengajar dengan desain ini dan students worksheet, dapat di download pada link berikut ini.

Teacher pages (fix)

Students’ Pages

References

Ramirez, Gerardo., Elizabeth A. Gunderson, Susan C. Levine & Sian L. Beilock (2012): Spatial anxiety relates to saptial ability as a function of working memory in children, The Quarterly Journal of Experimental Psychology, 65:3, 474-487.

Kyllonen, Patrick C., & Judith Gluck (2003): Spatial Ability: Introduction to the Special issue, International Journal of Testing, 3:3, 215-217.

Morgan, Candia., & Jehad Alshwaikh (2012): Communicating Experience of 3D Space: Mathematical and Everyday Discourse, Mathematical Thinking and Learning, 14:3: 199-225.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s