Archive | Januari 2012

Cara Praktis Mengajar Bangun Ruang Untuk Siswa SD

Bagi sebagian siswa bahkan hingga mahasiswa, geometri merupakan salah satu hal yang ditakuti. Hal ini, didukung oleh rendahnya tingkat kemampuan imajinasi siswa. Sebagian guru juga mengeluhkan  seringnya terjadi kekeliruan siswa dalam mengingat bagian-bagian dari suatu bangun ruang, seperti sisi, titik sudut dan rusuk.

Realistic Mathematics Education (RME) atau di Negara kita lebih akrab dikenal dengan sebutan Pendidikan Matematika Realistik  Indonesia (PMRI) menawarkan sebuah solusi unik yang lebih muda diingatkan dan diingat oleh siswa. Cukup dengan bantuan tusuk gigi dan permen kenyal, maka semua akan terasa lebih gampang. Bagaimana bisa? Baca lebih lanjut

Iklan

Pemantapan Konsep Penjumlahan dengan Permainan Twee

Twee adalah salah satu permainan yang diadaptasi dari salah satu permainan yang tersaji di website rekenweb, sebuah situs milik Utrecht University, Belanda. Twee yang dalam bahasa Indonesianya berarti dua ini, merupakan salah satu permainan yang dapat digunakan sebagai media pemantapan materi pembelajaran untuk siswa kelas 1 SD, khususnya pada materi penjumlahan.  Untuk memenangkan permainan ini, siswa tidak hanya dituntut untuk mampu melakukan penjumlahan dengan benar, tetapi juga diperlukan kemampuan untuk menyusun strategi.

Gambar 1. Tampilan Permainan Twee di Website

Meskipun membutuhkan strategi khusus, permainan ini didesain sesederhana mungkin, menarik, dan mudah untuk dimainkan, sehingga dapat dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa.

Pada website resminya, permainan ini dapat dimainkan dengan tiga tingkat kesulitan yang berbeda; yakni mudah, sulit, dan sangat sulit. Akan tetapi, guna menyesuaikan sasaran pembelajaran, pada lembar kegiatan ini, permain Twee disajikan dengan tingkat kesulitan yang mudah. Bermainan ini dapat dimainkan secara berkelompok maupun sendiri. Akan lebih menarik lagi jika permainan ini dimainkan oleh beberapa kelompok pada waktu yang bersamaan, karena masing-masing kelompok bisa saja menggunakan strategi yang berbeda.

Untuk memainkan permainan ini secara manual, anda dapat mendownload file pdf yang sudah didesain sehingga dapat dimainkan langsung di kelas, dengan mengklik link ini Twee

Dan untuk memainkannya dengan applikasi java, dapat anda lakukan dengan mengakses link berikut ini:

http://www.fi.uu.nl/toepassingen/03150/toepassing_rekenweb.html

Curahan Hatiku

Hari ini adalah hari terakhir jelang deadline untuk presentasi materi tesisku. :)
Aku tuh baru nyadar ternyata nyari ide itu susah ya.
beruntung punya mama seorang guru matematika yang kreatif :), dengan sedikit bincang-bincang dengan mama melalui :), akhirnya sedikit demi sedikit ide itupun tiba.
Yes :)
Thank you mama :) YOU ARE THE BEST deg pokoknya..

Akhirnya, aku memutuskan untuk menerapkan apa yang menjadi permasalahan yang dihadapi mama ketika mengajar. Ternyata, siswa itu mengalami kesulitan dalam melakukan operasi bilangan bulat negatif dan positif. Berangkat dari ide bermain kartu dikaitkan dengan ini dan itu, akhirnya kuputuskan untuk melakukan penelitian dan mengaplikasikan design research ku di kelas 4 SD. :)

Kalau ada yang bertanya, mengapa harus di SD sih penelitiannya? :)
Jawabannya sederhana saja, hal ini sesuai dengan prinsip penerapan PMRI yaitu “bottom-up”.
di PMRI siswa diajak untuk menemukan kembali (reinvention) apa itu matematika. Nah, untuk menemukan sesuatu diperlukan pemikiran yang kritis, dan mental yang tak hanya ingin menerima alias disuapin materi aja, tapi juga mampu menciptakan, alias menemukan rumusan sendiri.

Pekerjaan membina mental yang demikian tersebut, akan lebih baik dan lebih mudah jika dididik sejak kecil. Intinya adalah pembiasaan. Kalau siswa tidak biasa dari kecil untuk berpikir kritis, mampu memberikan argumentasi, mampu aktif dalam diskusi, dan berani mengungkapkan mana yang benar dan salah, yakin deh.. kedepannya pasti susah. :)

salah satu karakter pelajar Indonesia adalah tidak mampu berargumentasi. Kalau untuk pengetahuan dan kepintaran, tidak diragukan lagi deh pintarnya siswa-siswi kita. Tapi, kalau urusan ngomong di depan kelas, wah… pada ciut deh nyalinya. :).

Menurutku, hal ini bisa terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti: continue reading