Archive | November 2011

Origami dan Matematika

MATEMATIKAMENYENANGKAN.COM Saya yakin Anda semua pasti sudah mengenal apa itu origami.

Menurut wikipedia, Origami berasal dari kata ori dan kami. “Ori” artinya melipat dan “kami” artinya kertas. Origami merupakan seni tradisional melipat kertas  masyarakat jepang. Dimulai pada abad ke-17 dan dipopulerkan pada pertengahan tahun 1900-an. Selanjutnya origami dikenal sebagai seni modern dalam melipat kertas, dan dikenal umum di seluruh penjuru dunia. Baca lebih lanjut

Iklan

Tips Belajar Matematika

MATEMATIKAMENYENANGKAN.COM Setiap orang memiliki cara yang unik dalam belajar yang mungkin saja antara yang satu dengan yang lainnya saling berbeda. Oleh sebab tidaklah benar andai dikatakan bahwa model belajar yang satu lebih unggul dibanding model belajar yang lain. Semua tergantung dengan kebiasaan dan potensi masing-masing. Seseorang memang selalu memiliki kecenderungan terhadap model atau cara belajar tertentu. Apakah itu visual, auditorial ataupun kinestetik.

Dalam tulisan ini saya akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda ikuti ketika belajar matematika. Beberapa tips mungkin saja cocok dengan Anda, tetapi mungkin juga beberapa tips yang lainnya kurang cocok. Tidak ada yang salah dengan hal itu! Yang perlu diperhatikan adalah Anda tahu potensi dan posisi atau cara dan model belajar yang cocok dan Anda rasakan berguna unntuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Baca lebih lanjut

Siapakah Pembunuhnya???

Di sebuah pemukiman elit di daerah ibu kota, seorang inspektur polisi bernama Keroro sedang memeriksa sebuah kasus pembunuhan. Enam tersangka telah bersamanya di kamar duduk untuk ditanyai. Ia tahu bahwa pada malam pembunuhan, Nona Lili berada di ruang belajar, dapur, atau ruang makan. Tuan Baron sedang di dapur, ruang keluarga, atau ruang makan. Nona Upit di ruang belajar, dapur, atau rumah kaca.

Kolonel Rubi sedang di dapur atau ruang keluarga. Tuan Split di ruang belajar, perpustakaan, ruang keluarga, atau rumah kaca. Dan profesor Tono sedang di dapur, perpustakaan, rumah kaca, atau ruang makan. Ia juga mengetahui bahwa tiap ruang hanya cukup ditempati satu orang saja didalamnya.

Peristiwa besar datang.

“Dan kini aku akan mengumumkan siapa pembunuhnya,” kata Inspektur Keroro. “Pembunuhnya adalah …mmm, di ruang keluarga.”

Masalahnya adalah, pak inspektur tidak mempunyai ide tentang siapa yang berada di ruang keluarga. Jadi, siapakah sang pembunuh itu?

Dongeng dan Matematika

Matematikamenyenangkan.com Menyediakan buku-buku cerita baik itu kisah ataupun dongeng sepertinya merupakan sebuah keharusan bagi Anda jika Anda memiliki anak kecil di rumah. Ada banyak buku cerita tersedia yang bisa Anda pilih sesuai keinginan Anda dan anak Anda tentunya. Saya pun memiliki beberapa buku yang isinya menceritakan berbagai kisah dan dongeng. Beberapa diantaranya berisi cerita-cerita favorit dan paling sering dibacakan karena kedua anak saya menyukainya.

Ya, anak kecil senang sekali ketika mereka mendengarkan sebuah kisah atau dongeng. Membacakan cerita kepadanya tentunya merupakan sebuah ide bagus.

Bacakan beberapa cerita kepada anak ketika menjelang tidur di malam hari, atau kapanpun ketika dia menginginkannya. Bacakanlah dengan suara nyaring kepada mereka. Jangan lupa, sedikit ekspresi mungkin diperlukan ketika Anda bercerita.

Lalu apa hubungannya dengan matematika? Baca lebih lanjut

Bagaimana Matematika Digunakan Oleh Para Ahli

Jika Anda masih bertanya-tanya, “untuk apa saya belajar matematika?”, “apa perlunya matematika hingga diajarkan di semua level pendidikan?”, ada baiknya Anda simak tulisan saya berikut ini. Tulisan ini saya rangkum dari sebagian konten yang ada di situs “We Use Math“.

Berikut adalah sepuluh pekerjaan, dimana matematika dibutuhkan dalam bidang pekerjaan tersebut.   Baca lebih lanjut

RSBI ; RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL ataukah RINTIHAN SEKOLAH BERBAHASA INGGRIS ?

Akhir-akhir ini kita sering melihat sekolah-sekolah berlomba-lomba meningkatkan standar pendidikannya dengan mengaet label RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) ataupun SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Hal inipun tidak telepas dengan program pemerintah untuk membuat sekolah-sekolah yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dengan dalih untuk dapat bersaing dimata dunia. Akan tetapi apakah hal ini sejalan dengan nilai-nilai luhur kebangsaan dan arah kebijakkan pendidikan nasional kita yang melandaskan karakteristik bangsa ? Ataukah hanya sekedar peng”kasta”an siswa tanpa melandaskan prinsip keadilan sosial yang tertuang didalam dasar negara kita yakni pancasila.

Jika kita mereflekskan apa yang terjadi dilapangan, maka kita akan menemukan berbagai permasalahan yang ada pada program RSBI ini. Sehingga wajarlah jika kita mengatakan RSBI sebagai “RINTIHAN SEKOLAH BERBAHASA INGGRIS”. Rintihan-rintihan ini banyaklah terdengar dari pihak siswa maupun guru karena tidak siap dalam melaksanakan program ini.

Ketidaksiapan sekolah-sekolah dalam melaksanakan program RSBI dapat terlihat dari hasil penelitian dan evaluasi yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional. Dari hasil penelitian ini terungkap, lebih dari 80 persen guru dan kepala sekolah kemampuan bahasa Inggris-nya sangat rendah. Berdasarkan hasil test of english for international communication (TOEIC), para guru dan kepala sekolah berada di level novice (100-250) dan elementry (255-400). Kemampuan berbahasa Inggris yang rendah justru ada di guru-guru Matematika dan sains (Fisika, Biologi, dan Kimia). Padahal, di RSBI seharusnya mereka menyampaikan pelajaran dalam bahasa Inggris. Tapi anehnya, meski banyak sekolah yang belum memenuhi syarat, kenyataannya sekolah yang bermetamorfosis menjadi RSBI melonjak pesat. Dalam waktu kurang dari lima tahun, sudah ada 1.329 SD, SMP dan SMA/SMK berstatus RSBI.

Selain itu, pada pelaksanaannya sering juga tercium aroma berbau korupsi dalam mendapatkan status sebagai sekolah RSBI. Seperti yang dikritik LSM pemerhati korupsi ICW, ICW melansir adanya dugaan penyelewengan dana pendidikan RSBI. ICW menemukan setoran-setoran tak jelas dari sekolah kepada sejumlah pejabat di dinas pendidikan untuk memuluskan jalan menuju sekolah berlabel RSBI. Baca lebih lanjut