Nikmatnya Rasa Sakit adalah Anugerah

Walaupun artikel ini tidak ada sangkut-pautnya dengan matematika ataupun dengan materi observasi, dunia pendidikan, maupun kegiatan perkuliahan, tetapi saya ingin sekali menerbitkan artikel ini. iseng-iseng saya coba buka situs Kafe Muslimah,  kemudian menemukan artikel ini. Sejenak saya jadi teringat pada profesor saya, Prof. Mashadi yang saat ini sedang sakit. Kampus pasti sangat kehilangan dedikasi beliau. Saya hanya bisa mendoakan semoga beliau cepat sembuh. dan buat siapa saja yang membaca artikel ini, semoga bisa menjadi renungan dan membuat kita tetap bersemangat dalam menjalani hidup. Sesungguhnya di balik penyakit yang kita derita, tersimpan sejuta hikmah dan pembelajaran.

Melalui penyakit kita bisa mengerti dan menyukuri nikmat sehat, belajar ilmu sabar dan ikhlas, serta penyakit yang kita hadapi dengan kesabaran yakni diobati dengan sabar, berdoa dengan sabar, dan tetap berusaha untuk sembuh, merupakan penghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Sebuah riwayat pernah menceritakan, bahwa salah satu alasan mengapa Firaun menyatakan dirinya sebagai Tuhan adalah karena selama hidupnya ia tak pernah menderita penyakit. Oleh karena itu, bersyukurlah kita bisa merasakan rasa sakit.

Logikanya kita tak bisa merasakan malam jika tidak ada siang, kita tak bisa merasakan dingin jika tidak ada panas, kita tidak bisa tahu warna hitam jika tidak ada warna selain hitam, kita tidak akan tahu indahnya dunia jika tak pernah melihat, dan kita tak akan ernah tahu dengan nada dan irama yang indah jika seumur hidup kita tak pernah bisa mendengar. Semoga para pembaca yang sedang sakit segera dikaruniai kesembuhan, dan para pembaca yang dikaruniai nikmat kesehatan lebih bisa meningkatkan ibadahnya kepada Tuhan, dan mempertebal rasa keimanan dengan senatiasa bersyukur. Selamat membaca artikel ini.

Kafemuslimah.com
Oase Ilmu – Tuesday, 05 December 2006

Ada yang nonton acara reality show Oprah Winfrey, hari Sabtu 9 Sept 2006 yang lalu di MetroTV ?
Pada acara tersebut ditampilkan seorang gadis mungil berusia 5 tahun, asal USA, mengenakan kacamata plastik (mirip kacamata renang), lucu, manis, secara fisik terlihat normal (agak gemuk), dan berperilaku seperti anak-anak seusianya pada umumnya.

Hanya saja, si gadis kecil ini mengidap suatu penyakit bawaan sejak lahir yang sangat langka, yaitu tidak memiliki rasa sakit (tidak memiliki syaraf rasa sakit) di sekujur tubuhnya.

Sejak bayi, si kecil jarang rewel, atau menangis. Hanya terkadang suhu badannya yang menghangat.
Penyakit bawaan yang diderita si kecil itupun baru diketahui (kalau tidak salah) ketika sang bocah mencolok-colok matanya karena gatal, dan tidak menangis kesakitan. Hanya saja darah tetap mengalir keluar. Akibat kejadian tersebut, satu matanya menjadi buta. Setelah kejadian itu, barulah dikenakan kacamata khusus untuk melindunginya.

Pernah suatu ketika, ketika gigi si kecil sudah tumbuh, saat kedua orangtuanya agak lengah, si kecil sedang asyik menggigit-gigit jari tangannya sendiri hingga hancur. Tentu saja si kecil tidak tetap tenang karena sama sekali tidak merasakan sakit.

Sebagai pencegahan, akhirnya diputuskan untuk mencabut semua giginya, tanpa sisa. Terutama sebagai pencegahan agar dia tidak sampai mengunyah lidahnya sendiri karena akan dianggap sebagai permen karet !!!!

Karena kejadian-kejadian itulah, si kecil mendapat ‘perhatian dan pengawasan extra’ dari seluruh anggota keluarganya (kedua orang tuanya dan sang kakak). Karena dia telah kehilangan sensitifitas akan adanya bahaya bahaya yang bisa menimpanya, hingga kini.

Semoga bermanfaat, dan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Dan kita kembali merenungi dan mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan kepada kita dan meyakini bahwa segala ciptaan dan pemberian Tuhan adalah tidak sia-sia
Termasuk Rasa Sakit yang seringkali kita tidak sabar untuk menghadapinya.
“Ya Rabbi kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, peliharalah kami dari siksa neraka”

dari Milis Kafemuslimah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s