Dari Rongsokan Menjadi Emas

Ternyata tak habis-habis pertualangan saya di SD Negeri 119 Palembang, mulai dari observasi kelas dalam rangka kebutuhan proyek mata kuliah Mathematics Classroom Observation / Product Development yang mengharuskan saya untuk terjun langsung ke kelas untuk melihat penerapan pendekatan metode PMRI pada pelajaran matematika hingga berbagi cerita dengan ibu Kepala Sekolah SD Negeri 119 Palembang. Nah, sekarang perhatian saya tertuju pada sebuah ruangan berukuran lebih kurang 3 x 5 m, tempat dimana hasil sulapan barang-barang rongsokan yang telah diubah siswa menjadi emas dipajang, dan diperjual belikan.

Ya, saya berada di ruang Koperasi SD Negeri 119 Palembang. Di depan pintu masuk ruangan ini terpajang slogan 3R (Reduce, Reuse, and Recycle). Adapun Reduce maksudnya adalah mengurangi segala sesuatu yang menimbulkan sampah, Reuse adalah kegiatan menggunakan kembali barang-barang masih bisa digunakan, sedangkan Recycle adalah mengolah kembali sampah sehingga menghasilkan barang baru yang bermanfaat.

Ketua Pengurus Koperasi

Begitu memasuki ruangan ini, saya disambut ramah oleh ibu Hj. Evawati, S.PdI, ketua koperasi SD Negeri 119 Palembang. Dari keterangan beliau, kegiatan ini berasal dari ide Kepala Sekolah SD Negeri 119 Palembang yang prihatin terhadap sampah-sampah yang dibuang dan berserakan begitu saja, padahal jika diberdayagunakan, bisa menghasilkan sebuah produk yang bermanfaat. Ruangan ini dipenuhi oleh hasil karya siswa yang unik dan indah.

Hingga saat ini, kegiatan 3R ini telah berlangsung selama hampir dua tahun, dan telah berhasil menjual beberapa produk di antaranya pupuk cair, bunga hias, dan lain-lain. Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan 3R dijadikan sebagai salah satu program ekstrakulikuler siswa di kelas, yang dibimbing langsung oleh ibu Ningsih, S.Pd. Penurut pengakuan ibu Hj. Evawati, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari para guru, serta siswa dan orangtua siswa, hal ini dikarenakan kegiatan ini tidak membutuhkan biaya karena prinsipnya yang mendaur ulang barang-barang bekas.

“Kegiatan ini tidak hanya sekedar sebagai kegiatan ekstakurikuler siswa, tetapi juga mendidik siswa agar cinta dan peduli pada kelestarian alam sekitar, dan membina jiwa entrepreneur siswa sejak di bangku sekolah dasar”, tambah ibu Iriana, S.Pd, salah satu pengurus koperasi.

Usaha dan kerja keras dari siswa dan para guru, beserta dukungan kepala sekolah, ternyata berbuah manis, koperasi ini berhasil meraih gelar Juara I Lomba Karya Inovatif berbahan daur limbah se-Palembang tahun 2011. Selain menjual hasil karya siswa, koperasi ini juga menjual alat-alat tulis dan jajanan siswa. “Kami juga menjual jajanan siswa, karena kami ikut prihatin dengan pemberitaan media yang mengabarkan bahwa jajanan siswa sekarang banyak yang tidak sehat karena banyak mengandung pengawet dan pewarna buatan yang berbahaya, kami juga menyediakan alat tulis untuk siswa agar siswa tidak keluar sekolah pada jam pelajaran dengan alasan membeli alat tulis yang telah habis, karena kami sadar betul bahwa lokasi sekolah yang berada di tepi jalan sibuk ini membuat resiko siswa terkena kecelakaan lalu lintas menjadi lebih tinggi”, jelas ibu Evawati.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dari produk-produk yang telah berhasil diproduksi sekolah, pupuk cair dan bunga hias merupakan produk yang laris manis. Hingga saat ini permintaan terhadap pupuk cair kian meningkat, dan ibu Iriana mengakui bahwa mereka mulai kewalahan dalam memenuhi permintaan

pelanggan. Saat ini, siswa SD Negeri 119 Palembang, benar-benar telah berhasil mengubah sampah dan barang-barang rongsokan menjadi emas. Semoga koperasinya makin sukses dan bisa menularkan ide entrepreneur ini ke sekolah-sekolah yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s