Laporan Hasil Observasi di SD Negeri 119 Palembang


Pendahuluan

SD Negeri 119 Palembang merupakan salah satu sekolah percontohan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang ada di Palembang. Sekolah yang beralamat di jalan Musi Raya Barat Perumnas Sako ini, telah memulai kerjasama dengan program studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya sejak awal tahun 2010 silam. Sekolah yang berada di bawah pimpinan ibu Rusmawati ini, rata-rata memiliki 3 kelas di tiap jenjang pendidikannya kecuali pada kelas 1 dan 6 yang masing-masing hanya memiliki 2 kelas.

 

PMRI in SD Negeri 119 Palembang

Pada tanggal 18 Agustus 2011 dilakukan observasi lapangan ke SD Negeri 119 Palembang. Pada saat itu seluruh siswa yang meliputi siswa kelas 1 hingga kelas 6 sedang melaksanakan acara pesantren kilat di lapangan sekolah. Setelah menunggu serangkaian acara pesantren kilat selesai, akhirnya kami dapat bertemu langsung dengan Kepala Sekolah. Kedatangan kami disambut mesra oleh ibu Rusmawati beserta staf. Dari proses tanya jawab yang kami lakukan, terlihat bahwa beliau sangat antusias pada program PMRI ini, karena menurut beliau proses belajar mengajar haruslah menarik dan dapat dinikmati oleh siswa dan guru. Dari keterangan beliau, diketahui bahwa sekolah ini mulai melaksanakan program PMRI sejak januari 2010 dan terus dilaksanakan secara berkesinambungan hingga saat ini.

Menurut keterangan beliau, sekolah yang memiliki 16 total kelas secara keseluruhan ini, terdapat 9 orang guru yang konsisten menjalankan program ini. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa kami tidak dapat bertemu langsung dengan guru-guru tersebut karena sedang mengikuti program Diklat Sertifikasi Guru. Pelaksanaan PMRI telah meliputi hampir tiap jenjang kelas yang ada, kecuali kelas 6. Hal ini disebabkan oleh karena keterbatasan sumber daya guru yang menguasai PMRI. Meskipun beliau sempat menyayangkan adanya beberapa guru yang belum menerapkan sistem pembelajaran ini, akan tetapi tidak meredakan tekad beliau dan rekan-rekan untuk tetap konsisten dalam menjalankan program ini.

Pada kesempatan yang berbeda yaitu pada tanggal 19 Agustus 2011, dilakukan wawancara terpisah terhadap beberapa guru kelas yang sedang mengajar di kelas. Menurut pengakuan guru-guru tersebut, mereka enggan melaksanakan sistem PMRI ini karena jumlah siswa di kelas yang melebihi kapasitas ideal PMRI, keterbatasan dana, jam pelajaran yang dinilai cukup singkat untuk mengeskplorasi lebih luas terhadap sebuah pokok bahasan, serta tuntutan ketuntasan pembelajaran. Walaubagaimanapun, motivasi yang tinggi, kerja keras dan kerjasama antarsesama guru, tidak menyurutkan konsistensi tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi yang sudah dilakukan selama dua hari berturut-turut ini, dapat disimpulkan bahwa sejauh ini sosialisasi dan penerapan kelas PMRI di SD Negeri 119 Palembang sudah cukup baik. Walaupun kami belum sempat bertemu langsung dengan guru yang terlibat secara langsung dengan pelaksanaan ini, berdasarkan kesepakatan dengan Kepala Sekolah bahwa observasi selanjutnya akan dilaksanakan usai libur lebaran idul fitri mendatang. Hal-hal mengenai kelas yang akan menjadi objek penelitian dan jadwal observasi berikutnya akan ditentukan pada pertemuan dengan guru PMRI pada observasi selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s