Cara Praktis Mengajar Bangun Ruang Untuk Siswa SD

Bagi sebagian siswa bahkan hingga mahasiswa, geometri merupakan salah satu hal yang ditakuti. Hal ini, didukung oleh rendahnya tingkat kemampuan imajinasi siswa. Sebagian guru juga mengeluhkan  seringnya terjadi kekeliruan siswa dalam mengingat bagian-bagian dari suatu bangun ruang, seperti sisi, titik sudut dan rusuk.

Realistic Mathematics Education (RME) atau di Negara kita lebih akrab dikenal dengan sebutan Pendidikan Matematika Realistik  Indonesia (PMRI) menawarkan sebuah solusi unik yang lebih muda diingatkan dan diingat oleh siswa. Cukup dengan bantuan tusuk gigi dan permen kenyal, maka semua akan terasa lebih gampang. Bagaimana bisa?

Pertama, siswa diperkenalkan terlebih dahulu mengenai jenis dan bentuk berbagai bangun ruang seperti prisma, kubus, balok, kerucut, limas, dsb. Selanjutnya siswa yang dianggap sudah mengerti apa bangun datar diminta untuk berimajinasi mengenai bangun datar apa saja yang terdapat pada suatu bangun ruang. Misalnya, sebuah prisma segitiga  terdiri dari dua segitiga dan tiga persegi panjang. Mintalah siswa anda untuk menggambarkan bangun datar tersebut di buku latihan mereka. Melalui kegiatan ini, tanpa disadari anda sedang mengarahkan siswa pada jaring-jaring bangun ruang secara umum .

Langkah selanjutnya, instruksikan siswa anda untuk membuat kerangka bangun ruang, dengan menggunakan tusuk gigi dan permen kenyal yang ada. Gunakan permen kenyal untuk menyatukan tusuk gigi, seperti pada gambar. Setelah selesai dengan kegiatan ekplorasi yang dilakukan, selanjutnya anda dapat menjelaskan pada siswa, bahwa bangun datar yang terdapat pada sebuah bangun ruang merupakan sisi dari sebuah bangun ruang. Sedangkan tusuk gigi adalah rusuknya dan permen kenyal (tempat bertemunya tusuk gigi) tersebut merupakan  titik sudut.

Gambar Tusuk Gigi dan Permen Kenyal Membentuk Prisma Segitiga

Dengan mengeksplorasi tiap bangun ruang yang ada, dan membandingkan jumlah sisi, titik sudut, dan rusuknya. Diharapkan dapat mengantarkan siswa pada suatu kesimpulan berupa Rumus Euler, yakni

S + T – R =2

Dengan

S : Jumlah Sisi

T : Jumlah Titik Sudut

R : Jumlah Rusuk.

Melalui kegiatan ini, anda juga dapat mengembang kemampuan visualisasi siswa terhadap sebuah bangun ruang. Tepatnya pada saat siswa diminta untuk menggambarkan berapa banyak dan jenis bangun datar yang terdapat pada sebuah bangun ruang. Bagaimana, gampang kan?! Selamat mencoba  :)

Sumber : Holt, Rinehart and Winston. Packages and Polygons, Geometry and Measurement.

About these ads

4 thoughts on “Cara Praktis Mengajar Bangun Ruang Untuk Siswa SD

  1. metode’a bagus kak,
    aku mu tanya apa semua materi matematika itu bisa menggunakan PMR?
    kaka punya metode lain selain metode ini ga ?
    apa ada buku yang menjelaskan cra” penerapan PMR?

    maaf klu banyak tanya , aku gi binggung mu buat skripsi tentang PMR tapi hampir buta sama PMR ? :P

    • sepertinya begitu.
      Emang materinya apa?
      Klo untuk buku sumber mengenai PMR (dalam bahasa) sepertinya jumlahnya masih terbatas.
      Selama ini saya baru baca buku dari Sutarto Hadi.
      Kalau untuk versi bahasa Inggrisnya sih banyak, tapi PMR alias RME bukan PMRI.
      Soft file nya bisa didownload di ebook3000.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s